Home sejarah

Pertempuran Iwo Jima Tahun 1945


Pulau Iwo Jima adalah titik kecil di peta, berukuran kurang dari 10 mil persegi (26 km persegi) dan sekitar 650 mil (1.046 km) dari tenggara Tokyo. Pentingnya pulau ini pada tahun 1945 adalah karena ia berada dalam jangkauan dari ibukota Jepang dan dapat mendukung serangan Superfortress B-29 AS di daratan Jepang dari Marianas, baik tentara maupun fasilitas pendaratan darurat untuk pesawat pembom. Medan vulkanik tandus Iwo Jima yang berbatu menjadi keuntungan tersendiri bagi pihak yang bertahan (Jepang). Selain itu, setelah jatuhnya Marianas, pulau itu dibentengi oleh garnisun dengan 18.000 orang personil yang dikomandoi oleh Jenderal Tadamichi Kuribayashi.

Hampir semua garnisun dan pertahanan Jepang di Iwo Jima selamat dari serangan bom besar-besaran udara dan laut AS, karena Kuribayashi telah memerintahkan pasukannya untuk tidak melepaskan tembakan sampai para penyerang benar-benar mendarat. Dua divisi Marinir AS mendarat di pantai pada 19 Februari dan secara langsung mengalami kerugian besar. Mereka ditembaki di pantai dan dihujani artileri serta tembakan senapan mesin. Kemajuan tentara sekutu umumnya karena Jepang menolak banyak parit, terowongan, dan titik kuat lainnya yang menjadi "sarang lebah" di pulau itu. Yang pertama dari tiga landasan terbang pulau itu, beberapa ratus meter dari daerah pendaratan, dikuasai oleh sekutu pada tanggal 20 Februari. Sekelompok kecil marinir berhasil mencapai puncak Gunung Suribachi, puncak yang mendominasi ujung selatan pulau itu. Pada tanggal 23 Februari, mereka mengibarkan bendera AS di puncak gunung itu. Lapangan terbang kedua pulau itu juga dikuasai pada hari yang sama ketika pasukan Marinir utama mendorong pasukan Jepang ke utara.

Pengibaran bendera Amerika di atas Gunung Suribachi pada 23 Februari dipotret oleh Joe Rosenthal dari Associated Press, dan itu menjadi salah satu gambar terkenal dari perang Pasifik. (Foto itu sebenarnya menggambarkan pengibaran bendera kedua di atas Gunung Suribachi, karena bendera pertama yang dikibarkan sekitar 2 jam sebelumnya terlalu kecil untuk dilihat oleh pasukan AS lainnya di pulau itu.)
Pertempuran terberat terjadi di sekitar ketinggian bukit yang ditandai pada peta oleh Marinir sebagai Bukit 382, ​dengan 60.000 Marinir AS, mereka bertempur dibawah Jenderal Harry Schmidt. Pasukan Jepang bertempur dengan penuh keberanian dan tekad yang sangat luar biasa. Mereka bersembunyi di gua-gua dan posisi "tak tertembus" lainnya di bawah pemboman pesawat sekutu. Jendral Kuribayashi juga telah melarang "banzai" charge untuk memastikan pasukannya menjual hidup mereka dengan harga yang mahal. Pada tanggal 1 Maret, baik Bukit 382 maupun Bukit penting 362 dekat pantai barat pulau itu telah dibersihkan dari hampir semua tentara Jepang. Jenderal Schmidt mengumumkan bahwa pulau itu aman pada 16 Maret, tetapi masih ada ratusan tentara Jepang yang bertahan di celah-celah berbatu yang dikenal sebagai Ngarai Berdarah, ujung utara pulau itu. Mereka musnah setelah sepuluh hari perjuangan berdarah.

Pertempuran Iwo Jima adalah salah satu keterlibatan besar AS dalam Perang Pasifik di mana korban terbunuh dan terluka mereka melampaui total korban yang dialami Jepang.

Korban Jiwa :
• AS, 6.800 tewas, 19.200 terluka
• Jepang, 18.000 tewas, 216 ditangkap

Baca juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijaksana

to Top