Home sejarah

"Hosho" Kapal Induk Pertama Di Dunia Milik Armada Laut Jepang

Saat teknologi penerbangan semakin berkembang, berbagai negara mulai berinovasi membuat pesawat terbang dan upaya lain dalam menunjang pertahanan udara. Ketika itu, kendala yang dihadapi adalah pesawat berbahan kokoh dan berat. Ditambah lagi, ada keharusan mengharuskan pesawat membawa cadangan bahan bakar yang cukup untuk melakukan perjalanannya. Otomatis, pesawat membutuhkan tempat untuk mengisi bahan bakar.

Kapal-kapal kemudian didesain dengan memiliki dek yang lebar agar pesawat bisa mendarat dengan leluasa untuk mengisi bahan bakar. Namun, kapal ini hanya bersifat sementara dan setelah Perang Dunia I selesai tak berfungsi lagi.

Jepang kemudian memiliki ide cemerlang dengan membangun kapal induk pertama dunia tanpa harus memodifikasi kapal-kapal lainnya. Hasilnya, Jepang memiliki kapal induk pertama dunia yang kali pertama beroperasi pada 27 Desember 1922, yaitu Hosho. 
Hosho mampu menampung sekitar 15 pesawat terbang dengan memiliki ukuran panjang 168 meter dan lebar 59 meter. Hosho memiliki lebih dari 500 awak kapal dan mampu berjalan dengan kecepatan 25 knot atau 46 kilometer per jam dan memiliki bobot hingga 9.500 ton. Hosho dilengkapi dengan jaring yang digunakan sebagai penghalang tabrakan. Penghalang ini dimaksudkan untuk mencegah pesawat pendarat bertabrakan dengan pesawat yang bersiap untuk lepas landas, dan menghentikan mereka agar tidak jatuh. Penghalang dioperasikan secara hidrolik.

Baca juga :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan bijaksana

to Top